Setiap kata yang kudengar dari seorang pejabat atau pegawai kuanggap sebagai kampanye dan promosi yang penuh intrik politik dan ekonomi.
Setiap kata yang kudengar dari seorang perempuan kuanggap sebagai rayuan manis yang menyesatkan dan penuh tanda tanya.
Tak ada ketulusan bagiku di dunia ini.
Bahkan seluruh sisi dari hidup buatku adalah panggung panggung politik
Begitu pula rasa............, adalah instrumen politik dalam jiwa untuk menakhlukan sesama, demi mendapatkan kemenangan .........baik kepuasan rasa ataupun materi
Aku telah mulai kehilangan kepercayaan dan keyakinanku pada apapun dan siapapun.
Di benakku.............manusia adalah pembohong yang paling jitu
Mungkin juga berarti termasuk diriku sendiri,.............entahlah aku tak tahu.
Sabtu, 15 Desember 2007
Senin, 15 Oktober 2007
DIMANA KAU SEKARANG
Mang Metta,.........
Hari ini kutulis goresan di Blog ini, berharap suatau saat...............entah itu kapan, dirimu atau paling tidak sahabat - sahabatmu atau teman-teman kita dulu membuka dan membaca tulisan ini. Entah cara apa lagi yang harus aku tempuh untuk bisa bertemu denganmu untuk sekedar menanyakan bagaimana keadaanmu, dan bila mungkin mengajukan PK ke dua.......mengucapkan kata maaf yang selama ini tak pernah kau terima.
Waktu memang terus berlalu membawa semua cerita itu makin jauh tertinggal di belakang sana, mengeringkan luka-luka yang pernah menggores hati kita dan juga air mata yang membanjiri permadani cinta yang terbalut duka.
Badai itu memang telah usai
Aku juga tak berniat menggali lagi kenangan itu dan juga perasaan kita dulu ........yang mungkin ".......entah terkubur di mana.........".
Tapi untuk melupakan orang yang kita cintai mungkin memang tak mudah. Saat kenangan - kenangan mengalir merayap dalam ingatan seringkali aku tak kuasa mengingkari perasaan bahwa aku tak bisa melupakanmu.
Tak peduli siapa yang hadir disampingku saat ini, namun yang pasti namamu masih punya tempat yang indah di sini.
Mang,
Bila suatu saat nanti goresan ini sampai di hadapanmu...............mungkin aku hanya minta satu hal darimu.....Kumohon maafkan aku telah melukai dan tak mau jujur kepadamu. Waktu itu aku hanya terlalu takut menerima kenyataan kalau kejujuranku membuatku kehilanganmu.
Maaf bila kata - kata dalam pertemuan terakhir itu telah melukaimu !
Maafkan aku !
Pm43v3r
Hari ini kutulis goresan di Blog ini, berharap suatau saat...............entah itu kapan, dirimu atau paling tidak sahabat - sahabatmu atau teman-teman kita dulu membuka dan membaca tulisan ini. Entah cara apa lagi yang harus aku tempuh untuk bisa bertemu denganmu untuk sekedar menanyakan bagaimana keadaanmu, dan bila mungkin mengajukan PK ke dua.......mengucapkan kata maaf yang selama ini tak pernah kau terima.
Waktu memang terus berlalu membawa semua cerita itu makin jauh tertinggal di belakang sana, mengeringkan luka-luka yang pernah menggores hati kita dan juga air mata yang membanjiri permadani cinta yang terbalut duka.
Badai itu memang telah usai
Aku juga tak berniat menggali lagi kenangan itu dan juga perasaan kita dulu ........yang mungkin ".......entah terkubur di mana.........".
Tapi untuk melupakan orang yang kita cintai mungkin memang tak mudah. Saat kenangan - kenangan mengalir merayap dalam ingatan seringkali aku tak kuasa mengingkari perasaan bahwa aku tak bisa melupakanmu.
Tak peduli siapa yang hadir disampingku saat ini, namun yang pasti namamu masih punya tempat yang indah di sini.
Mang,
Bila suatu saat nanti goresan ini sampai di hadapanmu...............mungkin aku hanya minta satu hal darimu.....Kumohon maafkan aku telah melukai dan tak mau jujur kepadamu. Waktu itu aku hanya terlalu takut menerima kenyataan kalau kejujuranku membuatku kehilanganmu.
Maaf bila kata - kata dalam pertemuan terakhir itu telah melukaimu !
Maafkan aku !
Pm43v3r
Minggu, 30 September 2007
Untuk sebuah kehilangan
Dinda,……….
Sekian banyak cerita telah kita lalui seperti juga banyaknya waktu yang telah kita lewati bersama. Dengan penuh kesungguhan kita telah sama-sama berusaha untuk menjadi yang terbaik dan memberi yang terbaik.
Kita telah memperjuangkan satu kata---------- “cinta”--------- dengan pengorbanan yang tulus lewat perasaan , waktu, jiwa dan segalanya. Meskipun akhirnya semua berakhir tak seperti yang kita inginkan tapi kebersamaan yang cukup panjang itu adalah sebuah anugerah . Setidaknya kita bisa belajar banyak dari hal itu.
Terima kasih karena telah meluangkan waktu, tenaga dan perhatianmu ………..berusaha untuk menemani dan menjadi yang terbaik buatku . Kuharap kaupun juga mengerti dan percaya bahwa aku juga telah berusaha melakukan hal yang sama untukmu selama ini.
Ketika Tuhan memutuskan untuk tak menyatukan kita, saat ini……… dunia ini terasa sepi dan membosankan , karena aku tahu aku akan kehilangan semua canda tawa kita dulu
Aku kini terbelenggu dalam perasaan kecewa, sedih dan merasa gagal dalam menjagamu.
Kepergianmu memberiku satu pelajaran dan membuatku sadar kalau selama ini masih banyak hal yang tak bisa kulakukan yang semestinya menjadi kewajibanku sebagai laki-laki. Dan kepadamu aku berjanji untuk lebih banyak lagi belajar menjadi lebih dewasa agar suatu saat cerita sedih ini tak terulang kembali.
Dan aku juga tengah berusaha menguatkan hati dan menyadarkan perasaanku bahwa kehilangan adalah sesuatu yang paling hakiki selain perubahan dan ketidakpastian. Setiap orang pasti pernah dan akan kehilangan dalam kehidupannya, hanya waktu yang membedakannya.
Jadi kuharap dirimu tak menyimpan rasa bersalah ataupun perasaan lain yang hanya akan membuatmu tersiksa . Percayalah aku baik-baik saja di sini.
Dan akupun tak pernah berpikir bahwa kejadian ini adalah sebuah pengkhianatan. Aku mengerti bahwa hidup adalah sebuah pilihan, dan aku menghargai pilihanmu. Aku percaya apa yang kau putuskan adalah yang terbaik buatmu .
Semua memang untuk kebahagiaanmu, …………..segala yang terbaik buatmu adalah pengorbananku untukmu……bahkan perasaan sekalipun kurelakan ……..untuk kebahagiaanmu.
Dan aku percaya Tuhan pasti punya rencananya sendiri, yang mungkin saja jauh lebih indah dari apa yang pernah kita buat selama ini.
.........
Dan akupun tak pernah berpikir bahwa kejadian ini adalah sebuah pengkhianatan. Aku mengerti bahwa hidup adalah sebuah pilihan, dan aku menghargai pilihanmu. Aku percaya apa yang kau putuskan adalah yang terbaik buatmu .
Semua memang untuk kebahagiaanmu, …………..segala yang terbaik buatmu adalah pengorbananku untukmu……bahkan perasaan sekalipun kurelakan ……..untuk kebahagiaanmu.
Dan aku percaya Tuhan pasti punya rencananya sendiri, yang mungkin saja jauh lebih indah dari apa yang pernah kita buat selama ini.
.........
.........
..........
Maafkan semua kesalahanku……………
Bila aku belum sempat membalas semua yang telah kau dan orang – orang di sekelilingmu persembahkan untukku. Kau dan keluargamu adalah orang-orang terbaik yang telah menerimaku dengan terbuka dan apa adanya di tengah segala kekuranganku selama ini. Maafkan pula bila kita berdua belum bisa menikmati mimpi-mimpi yang kita rajut selama ini, karena kita tak lagi punya waktu untuk mewujudkannya.
Semoga dengan dirinya kau bisa membangun kembali dan mewujudkan mimpi-mimpi itu kelak.
Maafkan bila aku tak bisa lagi bersamamu dan menemani sisa hidupmu
Maafkan aku dinda………!
Aku telah memutuskan untuk pergi ke Australia lebih awal dari rencana semula. Tanpa harus menunggu waktu luang di sela-sela kesibukanmu.........karena tak akan ada orang tercinta yang mengantarku nanti. Namun bila masih kau ijinkan aku meminta doamu untuk yang terakhir kalinya.
Maafkan semua kesalahanku……………
Bila aku belum sempat membalas semua yang telah kau dan orang – orang di sekelilingmu persembahkan untukku. Kau dan keluargamu adalah orang-orang terbaik yang telah menerimaku dengan terbuka dan apa adanya di tengah segala kekuranganku selama ini. Maafkan pula bila kita berdua belum bisa menikmati mimpi-mimpi yang kita rajut selama ini, karena kita tak lagi punya waktu untuk mewujudkannya.
Semoga dengan dirinya kau bisa membangun kembali dan mewujudkan mimpi-mimpi itu kelak.
Maafkan bila aku tak bisa lagi bersamamu dan menemani sisa hidupmu
Maafkan aku dinda………!
Aku telah memutuskan untuk pergi ke Australia lebih awal dari rencana semula. Tanpa harus menunggu waktu luang di sela-sela kesibukanmu.........karena tak akan ada orang tercinta yang mengantarku nanti. Namun bila masih kau ijinkan aku meminta doamu untuk yang terakhir kalinya.
.....
.........
Mungkin dengan jarak yang jauh di antara kita akan memberiku lebih banyak kesempatan untuk melupakan kejadian-kejadian pahit di antara kita dan mengobati luka-luka itu. Karena aku yakin suatu saat semua pengalaman cinta ini akan menjadi sebuah kenangan manis dan berharga buat kita berdua.
Jaga dirimu baik-baik ! Tetaplah menjadi seperti dulu, dirimu yang bersahaja, rajin dan menjadi gadis yang anggun dalam melaksanakan tugasmu menjadi seorang Hindu.
Sejujurnya selama ini aku sangat kagum dengan kemampuanmu membuat upakara yang melebihi gadis lain bahkan orang yang jauh lebih tua darimu.
Gadis Baliku………kuharap kau tak pernah berubah .
Semoga Tuhan memberi yang terbaik untuk kita, untukmu dan untukku
Thanks buat semuanya !
Di dalam hatiku akan selalu ada tempat yang indah buat namamu.
Aku akan merindukan dan akan tetap mengenangmu …………esok, lusa dan juga nanti,.......... hingga suatu hari kelak matahari akan tenggelam di ufuk barat……..saat dimana harus kupejamkan mataku untuk selamanya.
Maafkan aku, bila tak bisa menjadi seperti yang kau inginkan !
With Love
Puput’s
Aku akan merindukan dan akan tetap mengenangmu …………esok, lusa dan juga nanti,.......... hingga suatu hari kelak matahari akan tenggelam di ufuk barat……..saat dimana harus kupejamkan mataku untuk selamanya.
Maafkan aku, bila tak bisa menjadi seperti yang kau inginkan !
With Love
Puput’s
Kamis, 27 September 2007
PERJALANAN PANJANG……..
Aku terlahir dalam keluarga sederhana, bahkan mungkin miskin untuk ukuran lingkungan kota. Tapi karena aku di desa keadaan itu masih terbilang “sangat sederhana”
Masa kecilku terlewati hampir tanpa kebahagiaan. Banyak bahkan hampir semua keinginanku tak terpenuhi seutuhnya. Aku tak pernah merasakan bahagianya punya sepeda, bermain bersama teman-teman berkeliling di kala sore hari. Aku hanya bias merasakan kebahagiaan itu bila ada teman yang rela meminjamkan barang berharganya itu buatku. Thanks a lot all of you my friends !
Ketika menginjak remaja dan lulus SMP orang tuaku mengatakan tak bias membiayaiku melanjutkan sekolah ke SLTA, padahal aku sangat menginginkan menjadi orang berpendidikan agar tak tergilas jaman yang kian maju dan modern. Apalagi kemampuan akademisku ( menurut guru dan teman-teman, ….lumayan ). Dari SD hingga SLTP juara kelas dan juara umum……ada di tanganku . Sombong dikit he..he..he…
Dengan susah payah meyakinkan ortu akhirnya aku diijinkan melanjutkan sekolah. Waktu itu pilihanku cukup extrem ….SMAP, yang orang bilang itu sekolah untuk anak-anak yang nggak lulus masuk SMU Negeri . Tapi tak apalah toh juga sama sama sekolah, yang penting niat kita belajar aja. Status, ….I don’t care. Lagian aku juga tertarik dengan muatan local pariwisatanya, maklum waktu itu (1999-2000) kondisi pariwisata Bali lagi di atas angin……cari duit gampang klo udah terjun ke bidang ini. Kata orang sih.
Tapi naas bagiku, ternyata sekolah itu tak sesuai harapanku, teman-teman yang niatnya belajar serius bias dihitung dengan jari, sisanya……sekedar nyari ijasah doank. ( Itu menurut analisaku ).
Karena merasa tak tahan akhirnya aku ambil keputusan extreme untuk kedua kalinya, walk out tanpa pamit, ………aku minggat dari sekolah dengan alasan awal sakit selama 3 hari dan setelah itu tak ada konfirmasi, sehingga pihak sekolah menyimpulkan aku melarikan diri. ( Kayak Napi aja ).
Aku benar – benar shock dan frustasi……..merasa gagal total. Belum lagi menghadapi kekecewaan ortu karena biaya yang dikeluarkan selama ini yang jumlahnya tak sedikit untuk ukuran saku kami harus terbuang sia-sia. Aku merasa tersudut, kalah dan berdosa.
Saat itulah aku mulai mengenal rokok dan minuman keras. Hari – hari kulalui tanpa arti , bahkan aku tak bias berpikir tentang hari esok, pikiranku kacau dan buntu.
Hanya bias menulis diary, merokok sampai 2 bungkus sehari ( mungkin lumayan kelas berat untuk remaja usia 15 tahun )
Aku jadi sedih bila harus mengingat semua itu.
Tahun ajaran baru tiba, sebenarnya aku ingin mengulangi lagi sekolah kali ini niatnya ke SMU Negeri, tapi lagi lagi dihadapkan pada kondisi keuangan keluarga yang tak memungkinkan. Kebetulan saat itu kakakku menawarkan pekerjaan yang sama seperti yang ia tekuni selama ini……….bengkel las, buat terali, dan kerajinan logam lainnya.
Kujalani selama 2 bulan tapi akhirnya aku minggat lagi……karena bayang bayang tentang sekolah terus menghantuiku. Aku pulang……( minggat untuk kedua kalinya )
Tahun ajaran berikutnya niatku terkabul………….I’ll be a student again ! Kali ini kuputuskan untuk sekolah di SMK karena lulusannya didedikasikan untuk menjadi tenaga siap pakai….so ada kompetensi di bidang tertentu dan kemungkinan untuk diterima bekerja lebih besar dari Lulusan SMU, sekaligus langkah antisipasi seandainya nggak bias kuliah.------ Dan memang benar sampai saat ini aku masih belum bias kuliah, tinggal angan dan cita-cita. Tapi syukur niat itu masih tumbuh subur sampai saat ini……..modal dasar : keinginan dan usaha.------
Waktu itu aku diterima di SMK Negeri di Singaraja ( SMEA ). Aku mulai lagi menjalani masa-masa menjadi seorang siswa. Mengukir prestasi dan berbaur dengan teman-teman yang usianya jauh di bawahku, juga sengan adik kelas SMP yang kini jadi kakak kelasku.
Lucu dan menggelikan. Aku merasa hidup lagi. Bahkan aku sempat dapat tiket masuk tanpa SPMB ke UNUD program DIII Fakultas ekonomi lewat olympiade Akuntansi yang kujuarai 2 kali.
Aku bangga banget……..cause I win again.
Masa itu adalah masa-masa keemasan buatku,………..meskipun aku gagal dalam satu hal, asmara…..karena orang yang kucintai bahkan sangat kucintai pergi meninggalkanku karena sikap ego , kasar dan ketidakpercayaanku padanya tak berkenan di hatinya.
Aku merasa terpukul dan down banget. Lewat kehadirannya aku menyadari satu hal yang tak bias kembali kumiliki. Aku kehilangan kepercayaanku, pada orang orang disekitarku bahkan orang orang terdekatku.
Kini aku bekerja jadi seorang karyawan swasta di sebuah ISP, bukan sebagai orang penting……….cuman nungguin warnet sekaligus jaga BTS .
Bukan pekerjaan yang membanggakan, tapi lewat internet aku mulai belajar banyak hal……….terutama tentang hidup.
Mudah mudahan aku lulus lagi kali ini, bahkan seandainya ada olympiade suatu saat nanti ………tentang makna hidup dan kehidupan…aku berharap bisa memenangkannya.
Semoga !
Tut Ndux’s
Masa kecilku terlewati hampir tanpa kebahagiaan. Banyak bahkan hampir semua keinginanku tak terpenuhi seutuhnya. Aku tak pernah merasakan bahagianya punya sepeda, bermain bersama teman-teman berkeliling di kala sore hari. Aku hanya bias merasakan kebahagiaan itu bila ada teman yang rela meminjamkan barang berharganya itu buatku. Thanks a lot all of you my friends !
Ketika menginjak remaja dan lulus SMP orang tuaku mengatakan tak bias membiayaiku melanjutkan sekolah ke SLTA, padahal aku sangat menginginkan menjadi orang berpendidikan agar tak tergilas jaman yang kian maju dan modern. Apalagi kemampuan akademisku ( menurut guru dan teman-teman, ….lumayan ). Dari SD hingga SLTP juara kelas dan juara umum……ada di tanganku . Sombong dikit he..he..he…
Dengan susah payah meyakinkan ortu akhirnya aku diijinkan melanjutkan sekolah. Waktu itu pilihanku cukup extrem ….SMAP, yang orang bilang itu sekolah untuk anak-anak yang nggak lulus masuk SMU Negeri . Tapi tak apalah toh juga sama sama sekolah, yang penting niat kita belajar aja. Status, ….I don’t care. Lagian aku juga tertarik dengan muatan local pariwisatanya, maklum waktu itu (1999-2000) kondisi pariwisata Bali lagi di atas angin……cari duit gampang klo udah terjun ke bidang ini. Kata orang sih.
Tapi naas bagiku, ternyata sekolah itu tak sesuai harapanku, teman-teman yang niatnya belajar serius bias dihitung dengan jari, sisanya……sekedar nyari ijasah doank. ( Itu menurut analisaku ).
Karena merasa tak tahan akhirnya aku ambil keputusan extreme untuk kedua kalinya, walk out tanpa pamit, ………aku minggat dari sekolah dengan alasan awal sakit selama 3 hari dan setelah itu tak ada konfirmasi, sehingga pihak sekolah menyimpulkan aku melarikan diri. ( Kayak Napi aja ).
Aku benar – benar shock dan frustasi……..merasa gagal total. Belum lagi menghadapi kekecewaan ortu karena biaya yang dikeluarkan selama ini yang jumlahnya tak sedikit untuk ukuran saku kami harus terbuang sia-sia. Aku merasa tersudut, kalah dan berdosa.
Saat itulah aku mulai mengenal rokok dan minuman keras. Hari – hari kulalui tanpa arti , bahkan aku tak bias berpikir tentang hari esok, pikiranku kacau dan buntu.
Hanya bias menulis diary, merokok sampai 2 bungkus sehari ( mungkin lumayan kelas berat untuk remaja usia 15 tahun )
Aku jadi sedih bila harus mengingat semua itu.
Tahun ajaran baru tiba, sebenarnya aku ingin mengulangi lagi sekolah kali ini niatnya ke SMU Negeri, tapi lagi lagi dihadapkan pada kondisi keuangan keluarga yang tak memungkinkan. Kebetulan saat itu kakakku menawarkan pekerjaan yang sama seperti yang ia tekuni selama ini……….bengkel las, buat terali, dan kerajinan logam lainnya.
Kujalani selama 2 bulan tapi akhirnya aku minggat lagi……karena bayang bayang tentang sekolah terus menghantuiku. Aku pulang……( minggat untuk kedua kalinya )
Tahun ajaran berikutnya niatku terkabul………….I’ll be a student again ! Kali ini kuputuskan untuk sekolah di SMK karena lulusannya didedikasikan untuk menjadi tenaga siap pakai….so ada kompetensi di bidang tertentu dan kemungkinan untuk diterima bekerja lebih besar dari Lulusan SMU, sekaligus langkah antisipasi seandainya nggak bias kuliah.------ Dan memang benar sampai saat ini aku masih belum bias kuliah, tinggal angan dan cita-cita. Tapi syukur niat itu masih tumbuh subur sampai saat ini……..modal dasar : keinginan dan usaha.------
Waktu itu aku diterima di SMK Negeri di Singaraja ( SMEA ). Aku mulai lagi menjalani masa-masa menjadi seorang siswa. Mengukir prestasi dan berbaur dengan teman-teman yang usianya jauh di bawahku, juga sengan adik kelas SMP yang kini jadi kakak kelasku.
Lucu dan menggelikan. Aku merasa hidup lagi. Bahkan aku sempat dapat tiket masuk tanpa SPMB ke UNUD program DIII Fakultas ekonomi lewat olympiade Akuntansi yang kujuarai 2 kali.
Aku bangga banget……..cause I win again.
Masa itu adalah masa-masa keemasan buatku,………..meskipun aku gagal dalam satu hal, asmara…..karena orang yang kucintai bahkan sangat kucintai pergi meninggalkanku karena sikap ego , kasar dan ketidakpercayaanku padanya tak berkenan di hatinya.
Aku merasa terpukul dan down banget. Lewat kehadirannya aku menyadari satu hal yang tak bias kembali kumiliki. Aku kehilangan kepercayaanku, pada orang orang disekitarku bahkan orang orang terdekatku.
Kini aku bekerja jadi seorang karyawan swasta di sebuah ISP, bukan sebagai orang penting……….cuman nungguin warnet sekaligus jaga BTS .
Bukan pekerjaan yang membanggakan, tapi lewat internet aku mulai belajar banyak hal……….terutama tentang hidup.
Mudah mudahan aku lulus lagi kali ini, bahkan seandainya ada olympiade suatu saat nanti ………tentang makna hidup dan kehidupan…aku berharap bisa memenangkannya.
Semoga !
Tut Ndux’s
Selasa, 24 Juli 2007
TENTANG PERASAAN
Hari ini kutaburi kata dalam benakmu
Sebuah ikrar, perjanjian atau hanya wujud ketakutan
Tentang kepalsuan, cinta, ketulusan, pengkhianatan
Sebab esok tak ada gambaran
Di mana kemarau membakar dimana hujan membasahi
Terlalu banyak alasan
Permainan kata yang menyesatkan
Tentang ketulusan, bukan berarti kesetiaan
Kesetiaan tak mesti untuk satu hati
Cinta bukan untuk tak mengkhianati
Ada permainan-permainan di mata
Yang tak bisa kupahami
…………………………
Dinda, esok kau akan mengerti
Apa yang tak bisa kukatakan kini
Sebuah ikrar, perjanjian atau hanya wujud ketakutan
Tentang kepalsuan, cinta, ketulusan, pengkhianatan
Sebab esok tak ada gambaran
Di mana kemarau membakar dimana hujan membasahi
Terlalu banyak alasan
Permainan kata yang menyesatkan
Tentang ketulusan, bukan berarti kesetiaan
Kesetiaan tak mesti untuk satu hati
Cinta bukan untuk tak mengkhianati
Ada permainan-permainan di mata
Yang tak bisa kupahami
…………………………
Dinda, esok kau akan mengerti
Apa yang tak bisa kukatakan kini
Kamis, 19 Juli 2007
LOVINA II
Suatu hari kemudian
Di sini petaka mulai mendera
Lewat sebuah pertengkaran panjang
Yang kemudian berujung perpisahan
Kulukai wajah ranummu
Dengan tangan yang dulu membelaimu mesra
Kulantunkan sumpah serapah di telingamu
Dengan suara yang dulu membisikimu rayuan mesra
Kuhempas tubuhmu yang lemah
Yang dulu kurangkul mesra
Kukoyak hatimu yang luka, pedih, perih
Yang dulu kutaburi bunga bunga cinta
Laut tak lagi gemuruh
Pasir tak lagi terkoyak
Tanpa rembulan gemintang
Perahu tenggelam dalam duka
Tak ada tarian malam ini
Permadani kita terbakar luka
Bertabur air mata
Dari hamparan pasir anak kita berteriak
Papa, jangan sakiti mama !
Di sini petaka mulai mendera
Lewat sebuah pertengkaran panjang
Yang kemudian berujung perpisahan
Kulukai wajah ranummu
Dengan tangan yang dulu membelaimu mesra
Kulantunkan sumpah serapah di telingamu
Dengan suara yang dulu membisikimu rayuan mesra
Kuhempas tubuhmu yang lemah
Yang dulu kurangkul mesra
Kukoyak hatimu yang luka, pedih, perih
Yang dulu kutaburi bunga bunga cinta
Laut tak lagi gemuruh
Pasir tak lagi terkoyak
Tanpa rembulan gemintang
Perahu tenggelam dalam duka
Tak ada tarian malam ini
Permadani kita terbakar luka
Bertabur air mata
Dari hamparan pasir anak kita berteriak
Papa, jangan sakiti mama !
LOVINA I
Di sini dulu kau mendekapku erat
Mencium pipi dan memelukku mesra
Kemudian kau ucapkan kata
Berartinya aku bagimu
Lalu kurangkul kau ke bibir pantai
Pada sebuah perahu kecil
Aku berhenti...
Ingin kubunuh kau dengan cintaku
Tapi kuurungkan niatku
Malu paada rembulan dan gemintang
Kemudian kita terguling dalam permadani cinta
Hamparan pasir pasir pantai
Kucumbui sepenuh hati
Dalam gemuruh laut
Dalam derak pasir yang terkoyak
Rembulan gemintang menutup wajah
Perahu nelayan menari dalam gelombang
Mengikuti alunan birahi
Ah,....
Ada surga malam ini di sini
Dari hamparan pasir anak kita berbisik
Papa, mama ..........!
Mencium pipi dan memelukku mesra
Kemudian kau ucapkan kata
Berartinya aku bagimu
Lalu kurangkul kau ke bibir pantai
Pada sebuah perahu kecil
Aku berhenti...
Ingin kubunuh kau dengan cintaku
Tapi kuurungkan niatku
Malu paada rembulan dan gemintang
Kemudian kita terguling dalam permadani cinta
Hamparan pasir pasir pantai
Kucumbui sepenuh hati
Dalam gemuruh laut
Dalam derak pasir yang terkoyak
Rembulan gemintang menutup wajah
Perahu nelayan menari dalam gelombang
Mengikuti alunan birahi
Ah,....
Ada surga malam ini di sini
Dari hamparan pasir anak kita berbisik
Papa, mama ..........!
UNTUK KEKASIH
Bila esok kau disambut pagi
Kurelakan lentera ini kau tiup mati
Bila esok kau dibasuh hujan
Lupakan saja tetes embun ini
Bila hatimu letih kini
Bersandarlah dalam cintaku
Bila tubuhmu lelah kini
Lelaplah dalam dekapanku
Sebab esok kau harus tetap melangkah.....
Kurelakan lentera ini kau tiup mati
Bila esok kau dibasuh hujan
Lupakan saja tetes embun ini
Bila hatimu letih kini
Bersandarlah dalam cintaku
Bila tubuhmu lelah kini
Lelaplah dalam dekapanku
Sebab esok kau harus tetap melangkah.....
Sabtu, 09 Juni 2007
AKHIR SEBUAH PESTA
Gerimis November
Di sudut senja yang temaram kutatap dua rona matamu yang lelah
Letih mencoba bertahan dalam kisah kita yang berat
Ada rasa kecewa yang tak bisa kau ungkapkan
yang tak bisa terhapus hanya dengan kata maaf untukmu
Tak terlihat air mata menetes di pipimu
Karena lilin pesta yang baru saja kau padamkan
Membuatku tak bisa melihat jelas raut wajahmu
Entah tangis yang kau tumpahkan di satu sudut hati
Atau mungkin kini kau bisa tersenyum lega
Entahlah......
Namun satu hal yang bisa kupastikan
Kehancuran itu milik kita
Lewat satu jawaban kau isyaratkan salam perpisahan
......Aku nggak bisa lagi say !...........maafkan aku !
Gerimis yang turun perlahan senja itu
Mengguyur tubuh lelahku yang mulai menggigil
Bersama hati yang mulai membeku
Oleh rasa sepi yang teramat dingin
Di bawah payung kusut kutatap langkah kakimu beranjak perlahan
Meningggalkanku seorang diri bersama gerimis senja
Serpihan lilin-lilin pesta, dan kuntum mawar merah muda
Yang dulu kupersembahlan di malam pertama kita
Mengucapkan satu janji...................cerita ini adalah sebuah awal dan sebuah akhir.....untuk kita
Entahlah...............semua berubah
Mungkin kita hanya serpihan yang disatukan dalam satu masa yang teramat singkat
Dalam sebuah perjalanan hidup yang tergesa-gesa.
Cinta tak bisa menunggu.
Pesta itu telah usai
Sebuah pesta cinta yang hangat.....dan terkadang panas
Pupus oleh perbedaan.........dan prahara.
...................................................................
( Ngurahrai59/18.1.03----11.11.03 . Pm4ever )
Di sudut senja yang temaram kutatap dua rona matamu yang lelah
Letih mencoba bertahan dalam kisah kita yang berat
Ada rasa kecewa yang tak bisa kau ungkapkan
yang tak bisa terhapus hanya dengan kata maaf untukmu
Tak terlihat air mata menetes di pipimu
Karena lilin pesta yang baru saja kau padamkan
Membuatku tak bisa melihat jelas raut wajahmu
Entah tangis yang kau tumpahkan di satu sudut hati
Atau mungkin kini kau bisa tersenyum lega
Entahlah......
Namun satu hal yang bisa kupastikan
Kehancuran itu milik kita
Lewat satu jawaban kau isyaratkan salam perpisahan
......Aku nggak bisa lagi say !...........maafkan aku !
Gerimis yang turun perlahan senja itu
Mengguyur tubuh lelahku yang mulai menggigil
Bersama hati yang mulai membeku
Oleh rasa sepi yang teramat dingin
Di bawah payung kusut kutatap langkah kakimu beranjak perlahan
Meningggalkanku seorang diri bersama gerimis senja
Serpihan lilin-lilin pesta, dan kuntum mawar merah muda
Yang dulu kupersembahlan di malam pertama kita
Mengucapkan satu janji...................cerita ini adalah sebuah awal dan sebuah akhir.....untuk kita
Entahlah...............semua berubah
Mungkin kita hanya serpihan yang disatukan dalam satu masa yang teramat singkat
Dalam sebuah perjalanan hidup yang tergesa-gesa.
Cinta tak bisa menunggu.
Pesta itu telah usai
Sebuah pesta cinta yang hangat.....dan terkadang panas
Pupus oleh perbedaan.........dan prahara.
...................................................................
( Ngurahrai59/18.1.03----11.11.03 . Pm4ever )
Langganan:
Komentar (Atom)