Kamis, 27 September 2007

PERJALANAN PANJANG……..

Aku terlahir dalam keluarga sederhana, bahkan mungkin miskin untuk ukuran lingkungan kota. Tapi karena aku di desa keadaan itu masih terbilang “sangat sederhana”
Masa kecilku terlewati hampir tanpa kebahagiaan. Banyak bahkan hampir semua keinginanku tak terpenuhi seutuhnya. Aku tak pernah merasakan bahagianya punya sepeda, bermain bersama teman-teman berkeliling di kala sore hari. Aku hanya bias merasakan kebahagiaan itu bila ada teman yang rela meminjamkan barang berharganya itu buatku. Thanks a lot all of you my friends !

Ketika menginjak remaja dan lulus SMP orang tuaku mengatakan tak bias membiayaiku melanjutkan sekolah ke SLTA, padahal aku sangat menginginkan menjadi orang berpendidikan agar tak tergilas jaman yang kian maju dan modern. Apalagi kemampuan akademisku ( menurut guru dan teman-teman, ….lumayan ). Dari SD hingga SLTP juara kelas dan juara umum……ada di tanganku . Sombong dikit he..he..he…

Dengan susah payah meyakinkan ortu akhirnya aku diijinkan melanjutkan sekolah. Waktu itu pilihanku cukup extrem ….SMAP, yang orang bilang itu sekolah untuk anak-anak yang nggak lulus masuk SMU Negeri . Tapi tak apalah toh juga sama sama sekolah, yang penting niat kita belajar aja. Status, ….I don’t care. Lagian aku juga tertarik dengan muatan local pariwisatanya, maklum waktu itu (1999-2000) kondisi pariwisata Bali lagi di atas angin……cari duit gampang klo udah terjun ke bidang ini. Kata orang sih.

Tapi naas bagiku, ternyata sekolah itu tak sesuai harapanku, teman-teman yang niatnya belajar serius bias dihitung dengan jari, sisanya……sekedar nyari ijasah doank. ( Itu menurut analisaku ).
Karena merasa tak tahan akhirnya aku ambil keputusan extreme untuk kedua kalinya, walk out tanpa pamit, ………aku minggat dari sekolah dengan alasan awal sakit selama 3 hari dan setelah itu tak ada konfirmasi, sehingga pihak sekolah menyimpulkan aku melarikan diri. ( Kayak Napi aja ).

Aku benar – benar shock dan frustasi……..merasa gagal total. Belum lagi menghadapi kekecewaan ortu karena biaya yang dikeluarkan selama ini yang jumlahnya tak sedikit untuk ukuran saku kami harus terbuang sia-sia. Aku merasa tersudut, kalah dan berdosa.
Saat itulah aku mulai mengenal rokok dan minuman keras. Hari – hari kulalui tanpa arti , bahkan aku tak bias berpikir tentang hari esok, pikiranku kacau dan buntu.
Hanya bias menulis diary, merokok sampai 2 bungkus sehari ( mungkin lumayan kelas berat untuk remaja usia 15 tahun )
Aku jadi sedih bila harus mengingat semua itu.

Tahun ajaran baru tiba, sebenarnya aku ingin mengulangi lagi sekolah kali ini niatnya ke SMU Negeri, tapi lagi lagi dihadapkan pada kondisi keuangan keluarga yang tak memungkinkan. Kebetulan saat itu kakakku menawarkan pekerjaan yang sama seperti yang ia tekuni selama ini……….bengkel las, buat terali, dan kerajinan logam lainnya.
Kujalani selama 2 bulan tapi akhirnya aku minggat lagi……karena bayang bayang tentang sekolah terus menghantuiku. Aku pulang……( minggat untuk kedua kalinya )

Tahun ajaran berikutnya niatku terkabul………….I’ll be a student again ! Kali ini kuputuskan untuk sekolah di SMK karena lulusannya didedikasikan untuk menjadi tenaga siap pakai….so ada kompetensi di bidang tertentu dan kemungkinan untuk diterima bekerja lebih besar dari Lulusan SMU, sekaligus langkah antisipasi seandainya nggak bias kuliah.------ Dan memang benar sampai saat ini aku masih belum bias kuliah, tinggal angan dan cita-cita. Tapi syukur niat itu masih tumbuh subur sampai saat ini……..modal dasar : keinginan dan usaha.------

Waktu itu aku diterima di SMK Negeri di Singaraja ( SMEA ). Aku mulai lagi menjalani masa-masa menjadi seorang siswa. Mengukir prestasi dan berbaur dengan teman-teman yang usianya jauh di bawahku, juga sengan adik kelas SMP yang kini jadi kakak kelasku.
Lucu dan menggelikan. Aku merasa hidup lagi. Bahkan aku sempat dapat tiket masuk tanpa SPMB ke UNUD program DIII Fakultas ekonomi lewat olympiade Akuntansi yang kujuarai 2 kali.

Aku bangga banget……..cause I win again.
Masa itu adalah masa-masa keemasan buatku,………..meskipun aku gagal dalam satu hal, asmara…..karena orang yang kucintai bahkan sangat kucintai pergi meninggalkanku karena sikap ego , kasar dan ketidakpercayaanku padanya tak berkenan di hatinya.
Aku merasa terpukul dan down banget. Lewat kehadirannya aku menyadari satu hal yang tak bias kembali kumiliki. Aku kehilangan kepercayaanku, pada orang orang disekitarku bahkan orang orang terdekatku.

Kini aku bekerja jadi seorang karyawan swasta di sebuah ISP, bukan sebagai orang penting……….cuman nungguin warnet sekaligus jaga BTS .
Bukan pekerjaan yang membanggakan, tapi lewat internet aku mulai belajar banyak hal……….terutama tentang hidup.
Mudah mudahan aku lulus lagi kali ini, bahkan seandainya ada olympiade suatu saat nanti ………tentang makna hidup dan kehidupan…aku berharap bisa memenangkannya.
Semoga !


Tut Ndux’s

Tidak ada komentar: