Minggu, 30 September 2007

Untuk sebuah kehilangan


Dinda,……….


Sekian banyak cerita telah kita lalui seperti juga banyaknya waktu yang telah kita lewati bersama. Dengan penuh kesungguhan kita telah sama-sama berusaha untuk menjadi yang terbaik dan memberi yang terbaik.

Kita telah memperjuangkan satu kata---------- “cinta”--------- dengan pengorbanan yang tulus lewat perasaan , waktu, jiwa dan segalanya. Meskipun akhirnya semua berakhir tak seperti yang kita inginkan tapi kebersamaan yang cukup panjang itu adalah sebuah anugerah . Setidaknya kita bisa belajar banyak dari hal itu.

Terima kasih karena telah meluangkan waktu, tenaga dan perhatianmu ………..berusaha untuk menemani dan menjadi yang terbaik buatku . Kuharap kaupun juga mengerti dan percaya bahwa aku juga telah berusaha melakukan hal yang sama untukmu selama ini.

Ketika Tuhan memutuskan untuk tak menyatukan kita, saat ini……… dunia ini terasa sepi dan membosankan , karena aku tahu aku akan kehilangan semua canda tawa kita dulu
Aku kini terbelenggu dalam perasaan kecewa, sedih dan merasa gagal dalam menjagamu.
Kepergianmu memberiku satu pelajaran dan membuatku sadar kalau selama ini masih banyak hal yang tak bisa kulakukan yang semestinya menjadi kewajibanku sebagai laki-laki. Dan kepadamu aku berjanji untuk lebih banyak lagi belajar menjadi lebih dewasa agar suatu saat cerita sedih ini tak terulang kembali.
Dan aku juga tengah berusaha menguatkan hati dan menyadarkan perasaanku bahwa kehilangan adalah sesuatu yang paling hakiki selain perubahan dan ketidakpastian. Setiap orang pasti pernah dan akan kehilangan dalam kehidupannya, hanya waktu yang membedakannya.
Jadi kuharap dirimu tak menyimpan rasa bersalah ataupun perasaan lain yang hanya akan membuatmu tersiksa . Percayalah aku baik-baik saja di sini.

Dan akupun tak pernah berpikir bahwa kejadian ini adalah sebuah pengkhianatan. Aku mengerti bahwa hidup adalah sebuah pilihan, dan aku menghargai pilihanmu. Aku percaya apa yang kau putuskan adalah yang terbaik buatmu .
Semua memang untuk kebahagiaanmu, …………..segala yang terbaik buatmu adalah pengorbananku untukmu……bahkan perasaan sekalipun kurelakan ……..untuk kebahagiaanmu.

Dan aku percaya Tuhan pasti punya rencananya sendiri, yang mungkin saja jauh lebih indah dari apa yang pernah kita buat selama ini.
.........
.........
..........
Maafkan semua kesalahanku……………
Bila aku belum sempat membalas semua yang telah kau dan orang – orang di sekelilingmu persembahkan untukku. Kau dan keluargamu adalah orang-orang terbaik yang telah menerimaku dengan terbuka dan apa adanya di tengah segala kekuranganku selama ini. Maafkan pula bila kita berdua belum bisa menikmati mimpi-mimpi yang kita rajut selama ini, karena kita tak lagi punya waktu untuk mewujudkannya.
Semoga dengan dirinya kau bisa membangun kembali dan mewujudkan mimpi-mimpi itu kelak.

Maafkan bila aku tak bisa lagi bersamamu dan menemani sisa hidupmu
Maafkan aku dinda………!

Aku telah memutuskan untuk pergi ke Australia lebih awal dari rencana semula. Tanpa harus menunggu waktu luang di sela-sela kesibukanmu.........karena tak akan ada orang tercinta yang mengantarku nanti. Namun bila masih kau ijinkan aku meminta doamu untuk yang terakhir kalinya.
.....
.........

Mungkin dengan jarak yang jauh di antara kita akan memberiku lebih banyak kesempatan untuk melupakan kejadian-kejadian pahit di antara kita dan mengobati luka-luka itu. Karena aku yakin suatu saat semua pengalaman cinta ini akan menjadi sebuah kenangan manis dan berharga buat kita berdua.

Jaga dirimu baik-baik ! Tetaplah menjadi seperti dulu, dirimu yang bersahaja, rajin dan menjadi gadis yang anggun dalam melaksanakan tugasmu menjadi seorang Hindu.
Sejujurnya selama ini aku sangat kagum dengan kemampuanmu membuat upakara yang melebihi gadis lain bahkan orang yang jauh lebih tua darimu.
Gadis Baliku………kuharap kau tak pernah berubah .

Semoga Tuhan memberi yang terbaik untuk kita, untukmu dan untukku

Thanks buat semuanya !
Di dalam hatiku akan selalu ada tempat yang indah buat namamu.
Aku akan merindukan dan akan tetap mengenangmu …………esok, lusa dan juga nanti,.......... hingga suatu hari kelak matahari akan tenggelam di ufuk barat……..saat dimana harus kupejamkan mataku untuk selamanya.

Maafkan aku, bila tak bisa menjadi seperti yang kau inginkan !

With Love
Puput’s

Kamis, 27 September 2007

PERJALANAN PANJANG……..

Aku terlahir dalam keluarga sederhana, bahkan mungkin miskin untuk ukuran lingkungan kota. Tapi karena aku di desa keadaan itu masih terbilang “sangat sederhana”
Masa kecilku terlewati hampir tanpa kebahagiaan. Banyak bahkan hampir semua keinginanku tak terpenuhi seutuhnya. Aku tak pernah merasakan bahagianya punya sepeda, bermain bersama teman-teman berkeliling di kala sore hari. Aku hanya bias merasakan kebahagiaan itu bila ada teman yang rela meminjamkan barang berharganya itu buatku. Thanks a lot all of you my friends !

Ketika menginjak remaja dan lulus SMP orang tuaku mengatakan tak bias membiayaiku melanjutkan sekolah ke SLTA, padahal aku sangat menginginkan menjadi orang berpendidikan agar tak tergilas jaman yang kian maju dan modern. Apalagi kemampuan akademisku ( menurut guru dan teman-teman, ….lumayan ). Dari SD hingga SLTP juara kelas dan juara umum……ada di tanganku . Sombong dikit he..he..he…

Dengan susah payah meyakinkan ortu akhirnya aku diijinkan melanjutkan sekolah. Waktu itu pilihanku cukup extrem ….SMAP, yang orang bilang itu sekolah untuk anak-anak yang nggak lulus masuk SMU Negeri . Tapi tak apalah toh juga sama sama sekolah, yang penting niat kita belajar aja. Status, ….I don’t care. Lagian aku juga tertarik dengan muatan local pariwisatanya, maklum waktu itu (1999-2000) kondisi pariwisata Bali lagi di atas angin……cari duit gampang klo udah terjun ke bidang ini. Kata orang sih.

Tapi naas bagiku, ternyata sekolah itu tak sesuai harapanku, teman-teman yang niatnya belajar serius bias dihitung dengan jari, sisanya……sekedar nyari ijasah doank. ( Itu menurut analisaku ).
Karena merasa tak tahan akhirnya aku ambil keputusan extreme untuk kedua kalinya, walk out tanpa pamit, ………aku minggat dari sekolah dengan alasan awal sakit selama 3 hari dan setelah itu tak ada konfirmasi, sehingga pihak sekolah menyimpulkan aku melarikan diri. ( Kayak Napi aja ).

Aku benar – benar shock dan frustasi……..merasa gagal total. Belum lagi menghadapi kekecewaan ortu karena biaya yang dikeluarkan selama ini yang jumlahnya tak sedikit untuk ukuran saku kami harus terbuang sia-sia. Aku merasa tersudut, kalah dan berdosa.
Saat itulah aku mulai mengenal rokok dan minuman keras. Hari – hari kulalui tanpa arti , bahkan aku tak bias berpikir tentang hari esok, pikiranku kacau dan buntu.
Hanya bias menulis diary, merokok sampai 2 bungkus sehari ( mungkin lumayan kelas berat untuk remaja usia 15 tahun )
Aku jadi sedih bila harus mengingat semua itu.

Tahun ajaran baru tiba, sebenarnya aku ingin mengulangi lagi sekolah kali ini niatnya ke SMU Negeri, tapi lagi lagi dihadapkan pada kondisi keuangan keluarga yang tak memungkinkan. Kebetulan saat itu kakakku menawarkan pekerjaan yang sama seperti yang ia tekuni selama ini……….bengkel las, buat terali, dan kerajinan logam lainnya.
Kujalani selama 2 bulan tapi akhirnya aku minggat lagi……karena bayang bayang tentang sekolah terus menghantuiku. Aku pulang……( minggat untuk kedua kalinya )

Tahun ajaran berikutnya niatku terkabul………….I’ll be a student again ! Kali ini kuputuskan untuk sekolah di SMK karena lulusannya didedikasikan untuk menjadi tenaga siap pakai….so ada kompetensi di bidang tertentu dan kemungkinan untuk diterima bekerja lebih besar dari Lulusan SMU, sekaligus langkah antisipasi seandainya nggak bias kuliah.------ Dan memang benar sampai saat ini aku masih belum bias kuliah, tinggal angan dan cita-cita. Tapi syukur niat itu masih tumbuh subur sampai saat ini……..modal dasar : keinginan dan usaha.------

Waktu itu aku diterima di SMK Negeri di Singaraja ( SMEA ). Aku mulai lagi menjalani masa-masa menjadi seorang siswa. Mengukir prestasi dan berbaur dengan teman-teman yang usianya jauh di bawahku, juga sengan adik kelas SMP yang kini jadi kakak kelasku.
Lucu dan menggelikan. Aku merasa hidup lagi. Bahkan aku sempat dapat tiket masuk tanpa SPMB ke UNUD program DIII Fakultas ekonomi lewat olympiade Akuntansi yang kujuarai 2 kali.

Aku bangga banget……..cause I win again.
Masa itu adalah masa-masa keemasan buatku,………..meskipun aku gagal dalam satu hal, asmara…..karena orang yang kucintai bahkan sangat kucintai pergi meninggalkanku karena sikap ego , kasar dan ketidakpercayaanku padanya tak berkenan di hatinya.
Aku merasa terpukul dan down banget. Lewat kehadirannya aku menyadari satu hal yang tak bias kembali kumiliki. Aku kehilangan kepercayaanku, pada orang orang disekitarku bahkan orang orang terdekatku.

Kini aku bekerja jadi seorang karyawan swasta di sebuah ISP, bukan sebagai orang penting……….cuman nungguin warnet sekaligus jaga BTS .
Bukan pekerjaan yang membanggakan, tapi lewat internet aku mulai belajar banyak hal……….terutama tentang hidup.
Mudah mudahan aku lulus lagi kali ini, bahkan seandainya ada olympiade suatu saat nanti ………tentang makna hidup dan kehidupan…aku berharap bisa memenangkannya.
Semoga !


Tut Ndux’s