Dinda,……….
Sekian banyak cerita telah kita lalui seperti juga banyaknya waktu yang telah kita lewati bersama. Dengan penuh kesungguhan kita telah sama-sama berusaha untuk menjadi yang terbaik dan memberi yang terbaik.
Kita telah memperjuangkan satu kata---------- “cinta”--------- dengan pengorbanan yang tulus lewat perasaan , waktu, jiwa dan segalanya. Meskipun akhirnya semua berakhir tak seperti yang kita inginkan tapi kebersamaan yang cukup panjang itu adalah sebuah anugerah . Setidaknya kita bisa belajar banyak dari hal itu.
Terima kasih karena telah meluangkan waktu, tenaga dan perhatianmu ………..berusaha untuk menemani dan menjadi yang terbaik buatku . Kuharap kaupun juga mengerti dan percaya bahwa aku juga telah berusaha melakukan hal yang sama untukmu selama ini.
Ketika Tuhan memutuskan untuk tak menyatukan kita, saat ini……… dunia ini terasa sepi dan membosankan , karena aku tahu aku akan kehilangan semua canda tawa kita dulu
Aku kini terbelenggu dalam perasaan kecewa, sedih dan merasa gagal dalam menjagamu.
Kepergianmu memberiku satu pelajaran dan membuatku sadar kalau selama ini masih banyak hal yang tak bisa kulakukan yang semestinya menjadi kewajibanku sebagai laki-laki. Dan kepadamu aku berjanji untuk lebih banyak lagi belajar menjadi lebih dewasa agar suatu saat cerita sedih ini tak terulang kembali.
Dan aku juga tengah berusaha menguatkan hati dan menyadarkan perasaanku bahwa kehilangan adalah sesuatu yang paling hakiki selain perubahan dan ketidakpastian. Setiap orang pasti pernah dan akan kehilangan dalam kehidupannya, hanya waktu yang membedakannya.
Jadi kuharap dirimu tak menyimpan rasa bersalah ataupun perasaan lain yang hanya akan membuatmu tersiksa . Percayalah aku baik-baik saja di sini.
Dan akupun tak pernah berpikir bahwa kejadian ini adalah sebuah pengkhianatan. Aku mengerti bahwa hidup adalah sebuah pilihan, dan aku menghargai pilihanmu. Aku percaya apa yang kau putuskan adalah yang terbaik buatmu .
Semua memang untuk kebahagiaanmu, …………..segala yang terbaik buatmu adalah pengorbananku untukmu……bahkan perasaan sekalipun kurelakan ……..untuk kebahagiaanmu.
Dan aku percaya Tuhan pasti punya rencananya sendiri, yang mungkin saja jauh lebih indah dari apa yang pernah kita buat selama ini.
.........
Dan akupun tak pernah berpikir bahwa kejadian ini adalah sebuah pengkhianatan. Aku mengerti bahwa hidup adalah sebuah pilihan, dan aku menghargai pilihanmu. Aku percaya apa yang kau putuskan adalah yang terbaik buatmu .
Semua memang untuk kebahagiaanmu, …………..segala yang terbaik buatmu adalah pengorbananku untukmu……bahkan perasaan sekalipun kurelakan ……..untuk kebahagiaanmu.
Dan aku percaya Tuhan pasti punya rencananya sendiri, yang mungkin saja jauh lebih indah dari apa yang pernah kita buat selama ini.
.........
.........
..........
Maafkan semua kesalahanku……………
Bila aku belum sempat membalas semua yang telah kau dan orang – orang di sekelilingmu persembahkan untukku. Kau dan keluargamu adalah orang-orang terbaik yang telah menerimaku dengan terbuka dan apa adanya di tengah segala kekuranganku selama ini. Maafkan pula bila kita berdua belum bisa menikmati mimpi-mimpi yang kita rajut selama ini, karena kita tak lagi punya waktu untuk mewujudkannya.
Semoga dengan dirinya kau bisa membangun kembali dan mewujudkan mimpi-mimpi itu kelak.
Maafkan bila aku tak bisa lagi bersamamu dan menemani sisa hidupmu
Maafkan aku dinda………!
Aku telah memutuskan untuk pergi ke Australia lebih awal dari rencana semula. Tanpa harus menunggu waktu luang di sela-sela kesibukanmu.........karena tak akan ada orang tercinta yang mengantarku nanti. Namun bila masih kau ijinkan aku meminta doamu untuk yang terakhir kalinya.
Maafkan semua kesalahanku……………
Bila aku belum sempat membalas semua yang telah kau dan orang – orang di sekelilingmu persembahkan untukku. Kau dan keluargamu adalah orang-orang terbaik yang telah menerimaku dengan terbuka dan apa adanya di tengah segala kekuranganku selama ini. Maafkan pula bila kita berdua belum bisa menikmati mimpi-mimpi yang kita rajut selama ini, karena kita tak lagi punya waktu untuk mewujudkannya.
Semoga dengan dirinya kau bisa membangun kembali dan mewujudkan mimpi-mimpi itu kelak.
Maafkan bila aku tak bisa lagi bersamamu dan menemani sisa hidupmu
Maafkan aku dinda………!
Aku telah memutuskan untuk pergi ke Australia lebih awal dari rencana semula. Tanpa harus menunggu waktu luang di sela-sela kesibukanmu.........karena tak akan ada orang tercinta yang mengantarku nanti. Namun bila masih kau ijinkan aku meminta doamu untuk yang terakhir kalinya.
.....
.........
Mungkin dengan jarak yang jauh di antara kita akan memberiku lebih banyak kesempatan untuk melupakan kejadian-kejadian pahit di antara kita dan mengobati luka-luka itu. Karena aku yakin suatu saat semua pengalaman cinta ini akan menjadi sebuah kenangan manis dan berharga buat kita berdua.
Jaga dirimu baik-baik ! Tetaplah menjadi seperti dulu, dirimu yang bersahaja, rajin dan menjadi gadis yang anggun dalam melaksanakan tugasmu menjadi seorang Hindu.
Sejujurnya selama ini aku sangat kagum dengan kemampuanmu membuat upakara yang melebihi gadis lain bahkan orang yang jauh lebih tua darimu.
Gadis Baliku………kuharap kau tak pernah berubah .
Semoga Tuhan memberi yang terbaik untuk kita, untukmu dan untukku
Thanks buat semuanya !
Di dalam hatiku akan selalu ada tempat yang indah buat namamu.
Aku akan merindukan dan akan tetap mengenangmu …………esok, lusa dan juga nanti,.......... hingga suatu hari kelak matahari akan tenggelam di ufuk barat……..saat dimana harus kupejamkan mataku untuk selamanya.
Maafkan aku, bila tak bisa menjadi seperti yang kau inginkan !
With Love
Puput’s
Aku akan merindukan dan akan tetap mengenangmu …………esok, lusa dan juga nanti,.......... hingga suatu hari kelak matahari akan tenggelam di ufuk barat……..saat dimana harus kupejamkan mataku untuk selamanya.
Maafkan aku, bila tak bisa menjadi seperti yang kau inginkan !
With Love
Puput’s
Tidak ada komentar:
Posting Komentar