Gerimis November
Di sudut senja yang temaram kutatap dua rona matamu yang lelah
Letih mencoba bertahan dalam kisah kita yang berat
Ada rasa kecewa yang tak bisa kau ungkapkan
yang tak bisa terhapus hanya dengan kata maaf untukmu
Tak terlihat air mata menetes di pipimu
Karena lilin pesta yang baru saja kau padamkan
Membuatku tak bisa melihat jelas raut wajahmu
Entah tangis yang kau tumpahkan di satu sudut hati
Atau mungkin kini kau bisa tersenyum lega
Entahlah......
Namun satu hal yang bisa kupastikan
Kehancuran itu milik kita
Lewat satu jawaban kau isyaratkan salam perpisahan
......Aku nggak bisa lagi say !...........maafkan aku !
Gerimis yang turun perlahan senja itu
Mengguyur tubuh lelahku yang mulai menggigil
Bersama hati yang mulai membeku
Oleh rasa sepi yang teramat dingin
Di bawah payung kusut kutatap langkah kakimu beranjak perlahan
Meningggalkanku seorang diri bersama gerimis senja
Serpihan lilin-lilin pesta, dan kuntum mawar merah muda
Yang dulu kupersembahlan di malam pertama kita
Mengucapkan satu janji...................cerita ini adalah sebuah awal dan sebuah akhir.....untuk kita
Entahlah...............semua berubah
Mungkin kita hanya serpihan yang disatukan dalam satu masa yang teramat singkat
Dalam sebuah perjalanan hidup yang tergesa-gesa.
Cinta tak bisa menunggu.
Pesta itu telah usai
Sebuah pesta cinta yang hangat.....dan terkadang panas
Pupus oleh perbedaan.........dan prahara.
...................................................................
( Ngurahrai59/18.1.03----11.11.03 . Pm4ever )
Sabtu, 09 Juni 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar