Suatu hari kemudian
Di sini petaka mulai mendera
Lewat sebuah pertengkaran panjang
Yang kemudian berujung perpisahan
Kulukai wajah ranummu
Dengan tangan yang dulu membelaimu mesra
Kulantunkan sumpah serapah di telingamu
Dengan suara yang dulu membisikimu rayuan mesra
Kuhempas tubuhmu yang lemah
Yang dulu kurangkul mesra
Kukoyak hatimu yang luka, pedih, perih
Yang dulu kutaburi bunga bunga cinta
Laut tak lagi gemuruh
Pasir tak lagi terkoyak
Tanpa rembulan gemintang
Perahu tenggelam dalam duka
Tak ada tarian malam ini
Permadani kita terbakar luka
Bertabur air mata
Dari hamparan pasir anak kita berteriak
Papa, jangan sakiti mama !
Kamis, 19 Juli 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar